<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>atmcellfood2u.com &#187; Artikel Kanker</title>
	<atom:link href="http://atmcellfood2u.com/category/artikel-kanker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://atmcellfood2u.com</link>
	<description>CELLFOOD CAIRAN KESEHATAN BERENERGI TINGGI UNTUK TERAPI KANKER, DIABETES, GAGAL GINJAL, MORE...</description>
	<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 07:53:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Terapi Kanker: Sel kanker ovarium dapat dibunuh dengan bubuk Jahe&#8230;</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-sel-kanker-ovarium-dapat-dibunuh-dengan-bubuk-jahe/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-sel-kanker-ovarium-dapat-dibunuh-dengan-bubuk-jahe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Pengobatan Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[kanker ovarium]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[TERAPI KANKER
Jahe dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium 
sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan 
atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten
profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas
Michigan Comprehensive Cancer Center, AS,
dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan
diberikan pada kultur sel kanker ovarium. 
Hasil studi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 0pt; line-height: 18pt;"><span><strong>TERAPI KANKER</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 0pt; line-height: 18pt;"><span><strong>Jahe dapat digunakan untuk membunuh sel kanker </strong><span style="font-size: small;"><strong>ovarium</strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 0pt; line-height: 18pt;"><span><span style="font-size: small;">sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="color: #000000; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><span style="font-size: small;">atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten<br />
profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas<br />
Michigan Comprehensive Cancer Center, AS,<br />
dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan<br />
diberikan pada kultur sel kanker ovarium. <br />
Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau<br />
panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti<br />
efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini<br />
masih merupakan langkah pertama. Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker<br />
dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan<br />
autophagy, proses pemakanan sel. Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan<br />
American Association for Cancer Research. <br />
Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap<br />
kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis.<br />
Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu<br />
mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.<br />
American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000<br />
wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan<br />
dengan perkembangan sel kanker ovarium. Dalam penelitian lain menggunakan tikus<br />
yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava<br />
dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin<br />
ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker<br />
mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-sel-kanker-ovarium-dapat-dibunuh-dengan-bubuk-jahe/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Kanker : metode kedokteran integratif</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-metode-kedokteran-integratif/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-metode-kedokteran-integratif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Pengobatan Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[dokter kanker]]></category>

		<category><![CDATA[MAKANAN TERAPI KANKER]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[



Terapi Kanker : metode kedokteran integratif

Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter - pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="width: 100%; mso-cellspacing: 1.5pt; mso-yfti-tbllook: 1184;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr style="mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-lastrow: yes;">
<td style="background-color: transparent; border: #ece9d8; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Terapi Kanker : metode kedokteran integratif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Model ilmu pengetahuan secara cepat meningkatkan praktek kedokteran kepada kepastian patofisiologi penyakit dengan hasil pengertian yang lebih mendalam mengenai biologi tubuh manusia dan meningkatkan kesembuhan/ perbaikan dari penyakit (1) . Namun hasil lain yang tidak diharapkan adalah terjadinya erosi hubungan dokter - pasien. Implikasi lain dari sangat majunya ilmu pengetahuan kedokteran adalah keinginan untuk mengerti basis molekuler dari sistem kehidupan. Asumsi ini memungkinkan dan dipercaya oleh banyak praktisi kedokteran dapat memecahkan semua masalah kedokteran / penyakit (1). Namun ternyata ilmu yang sedemikian maju tersebut belum sepenuhnya mampu memecahkan berbagai masalah klinik komplek yang saat ini masih belum dimengerti benar mengenai mekanismenya dan pengobatannya pun kadang tidak efektif (1,2).</span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran yang sedemikian pesat telah banyak menciptakan spesialis dan subspesialis. Semuanya memang sangat diperlukan , namun hal tersebut juga membuat seorang praktisi kedokteran hanya memperhatikan potongan kecil permasalahan pasien (1).</p>
<p>Seringkali pendekatan melalui proses konsultasi dan pendekatan holistik pada pengobatan komplementer dapat membantu pasien untuk lebih mengontrol penyakit mereka (2 ). Namun sayangnya cara seperti ini tidak sering dilakukan karena praktisi kedokteran dengan pengetahuan , sikap dan terlatih mengenai hal ini hanya beberapa saja (3). Di sisi lain pengobatan komplementer mempunyai variasi yang sangat besar. Mulai dari ‘yang tidak masuk akal” bahkan berbahaya sampai yang memang bermanfaat. Dalam situasi seperti ini , pasien membutuhkan praktisi kedokteran yang mempunyai pengetahuan biomedik untuk membedakan hal tersebut (3). Para praktisi dan peneliti kedokteran seringkali menggunakan istilah kedokteran integratif sebagai gabungan dari pengobatan alternatif dan komplementer (PKA) dengan ilmu kedokteran konvensional. Sebenarnya pengertian kedokteran integratif menekankan pada sistem yang lebih tinggi yang memperhatikan wellness dan healing pada individu secara keseluruhan ( dimensi bio-psiko-sosio-spiritual ) sebagai tujuan utama, melalui pendekatan ilmu kedokteran konvensional maupun alternatif dalam konteks suportif dan hubungan dokter - pasien yang efektif (1,3,4). Kedokteran integratif juga memfokuskan pada pencegahan dengan memperhatikan : pola hidup, diet, olah raga, manajemen stress ,dan pengaturan emosional (3).</p>
<p>Institusi pendidikan kedokteran mempunyai peranan sangat penting dalam mengembangkan konsep kedokteran integratif . Banyak hal yang dapat dilakukan institusi pendidikan dalam hal kedokteran integratif ini (1) , diantaranya :<br />
1. Memfokuskan kembali pasien sebagai individu yang utuh dan hubungan dokter - pasien<br />
2. Melibatkan pasien sebagai bagian aktif dari proses kesembuhannya dengan mengajarkan setiap pasien cara yang terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatannya<br />
3. Tetap terbuka untuk mengerti kelebihan maupun keterbatasan ilmu kedokteran konvensional dan menyadari bahwa ilmu pengetahuan kedokteran tersendiri tidak efektif dalam mengatasi semua kebutuhan komplek pasien kita (1,2)<br />
4. Memberikan pada mahasiswa kedokteran , dasar PKA termasuk prinsip dasar seperti bukti mengenai efektifitasnya maupun kerugiannya. Tanpa adanya pendidikan tambahan mengenai PKA , para praktisi nantinya tidak dapat berfungsi sebagai dokter yang mampu menerima informasi serta tuntunan yang akurat untuk pasiennya (1,2,5) . Survei yang dilakukan pada 302 dokter di Denver menunjukkan bahwa 84 % menginginkan pendidikan lebih lanjut mengenai PKA dengan alasan utama : agar dapat mengetahui keamanan dan keefektifan PKA sehingga mampu mendiskusikannya dengan pasien ( 6)<br />
5. Mahasiswa kedokteran sebaiknya diajarkan pula bagaimana menemukan dan mengevaluasi bukti keefektifan dan keamanan dari pengobatan komplementer. Dengan tujuan akhir mahasiswa kedokteran mendapatkan ketrampilan tambahan mengenai keterbukaan, rasa sensitif kepada masalah kultural maupun kepercayaan, komunikasi dan mampu melakukan critical appraisal terhadap berbagai literatur mengenai PKA (7)<br />
6. Dilakukan penelitian klinik untuk mengetahui efektifitas PKA. Penelitian ini penting karena hasilnya dapat digunakan sebagai dasar evaluasi bagi keamanan , kerasionalan penggunaannya , kepuasan pasien dan analisa biaya saat PKA diintegrasikan pada kedokteran konvensional (1,2 8 )<br />
. 7. Tetap memperhatikan segi spiritual dan kebutuhan emosional pasien dan menyarankan penggunaan terapi PKA yang sesuai jika memang meningkatkan penyembuhan dari kedokteran konvensional<br />
8. Penelitian pada Human Healing sebaiknya selalu menanyakan pada berbagai tingkatan seperti : faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses kesembuhan pada seorang individu, potensi –potensi yang bisa dikembangkan dan faktor-faktor keterbatasannya<br />
9. Kita dapat belajar dari berbagai ‘sisi lain’ lain ilmu kedokteran seperti efek plasebo, hipnoterapi, studi psikososial, dan pendekatan spiritual. Kedokteran komplementer bukanlah akhir dari semua terapi ‘ sisi lain’ tersebut, tapi dapat berfungsi sebagai wadah yang umum untuk suatu perubahan yang kreatif (9)</p>
<p>Harapan di masa depan bahwa tiap penyakit yang diderita selalu ditanyakan apa masalahnya, terapi spesifiknya dan bagaimana cara meningkatkan respon kesembuhan diri , serta adakah bukti ilmiahnya (9).</p>
<p>KEDOKTERAN INTEGRATIF PADA PENANGANAN KANKER SEBAGAI CONTOH MODEL. Pada pengobatan kanker , terapi konvensional yang ada dirasakan pula keterbatasannya (10 ) . Di sisi lain ada pula peningkatan ketertarikan para praktisi untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai aspek-aspek terbaik yang dapat diambil dari terapi komplementer (2,6) .</p>
<p>Pengobatan kanker secara integratif di US menggunakan terapi konvensional seperti kemoterapi, pembedahan, radioterapi dan dilengkapi dengan terapi psikologi, relaksasi, tumpangan tangan ( therapeutic touch ) , terapi nutrisi, spiritual, dan ‘alternative immune therapi’. Berikut ini diungkapkan beberapa prinsip terapi kanker integratif tersebut (10):<br />
1. Terapi kanker difokuskan pada individu secara menyeluruh dan tidak hanya pada penyakit kanker itu sendiri. Sesuai dengan prinsip Hipokrates ‘ Be benefit and do no harm ‘ , merupakan suatu instruksi eksplisit kepada fokus individu yang menyeluruh. Terapi kanker yang secara teknik berhasil dalam mempertahankan kehidupan fisik namun meninggalkan pasien dalam kondisi tubuh yang tidak dapat ditolerir oleh dirinya , tidaklah sesuai dengan prinsip tersebut<br />
2. Ada perbedaan mendasar mengenai kata Curing dan Healing. To Cure berasal dari bahasa latin Curare yang artinya to take care atau charge off , yang menekankan pada suksesnya suatu terapi medis; sedangkan Heal berasal dari bahasa Inggris lama Haelen yang berarti Become whole yang erat berhubungan dengan kata Holy. Jadi kata Healing memberi tempat pada setiap tingkat termasuk fisik, emosional, mental dan juga spiritual. Jadi ada saat dimana pasien dapat “cured “namun tidak ” healed “. Adapula saat dimana kita dapat membantu pasien untuk “ Heal “ meskipun kita tidak dapat “membebaskan” penyakitnya<br />
3. Pada Banyak kasus kanker yang resisten terhadap suatu terapi konvensional , tidak ada paket khusus optimal yang dapat diberikan pada suatu jenis kanker yang sama. Setiap pasien mempunyai pendekatan terapi integratif yang berbeda. Tiap individu adalah spesifik dan adanya Biochemical individuality. Tiap pasien mempunyai latar belakang etiologi , sosio-kultural berbeda. Pendekatan individu secara menyeluruh penting dan tidak hanya memfokuskan terhadap penyakitnya ( It’s more important to know what kind of patient has the disease than what kind the disease the patient has )<br />
4. Memperbesar harapan pasien dalam suatu keadaan ketidakpastian bukanlah merupakan suatu kesalahan. Pada kasus kanker selalu ada kelompok pasien yang mengalami remisi maupun tetap ‘survive’. Kelompok ini dapat dijadikan sebagai pusat perhatian harapan positif pasien kanker.<br />
5. Pada pendekatan terapi integratif , jika suatu terapi komplementer tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi pasien maka terapi komplementer tersebut mungkin berguna dengan cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan mengikutsertakan pasien secara aktif dalam proses pengobatan dan dapat memberikan pula efek plasebo positif. Pasien pengguna terapi komplementer seringkali mempunyai harapan kesembuhan yang tinggi dibandingkan dengan pasien pengguna terapi konvensional. Harapan pasien berkorelasi dengan hasil terapi. Terapi akan menjadi seolah lebih efektif bila pasien sebelumnya mempunyai harapan yang besar terhadap terapi tersebut (11).<br />
6. Terapi integratif juga menekankan pada kenyamanan pasien dan terbinanya hubungan baik antar dokter –pasien – keluarga ( to cure occasionally , relieve sometime, comfort always ).</p>
<p>SIMPULAN Kedokteran integratif menekankan pada hubungan dokter-pasien sebagai titik sentral. Kedokteran konvensional dapat memanfaatkan sisi positif PKA untuk membantu kesembuhan pasien dalam suatu program terapi yang terintegratif.</p>
<div></div>
<p></span><span style="font-size: 8.5pt; color: #000000; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">SUMBER PUSTAKA</p>
<p>1. Snyderman R, Weil AT. Integrative medicine; bringing medicine to its roots. Arch intern med 2002 ; 162 : 395 – 7<br />
2. Turana Y. Seberapa besar manfaat pengobatan alternatif. Medika 2002 ; no 6 , tahun XXVIII ; 365 – 8.<br />
3. Bell IR, Caspi O, Schwartz GER, Grant KL,Gaudet TW, Rycchener D, et al. Integrative medicine and systemic outcomes research. Arch Intern Med 2002 ; 163 : 133- 40.<br />
4. Rees L, Weil A. Integrated medicine, imbues orthodox medicine with the values of complementary medicine. BMJ 2001 ; 322 : 119 – 20.<br />
5. Marcus DM. How should alternative medicine be taught to medical students and physicians ?. Acad med 2001 ; 76 : 224 – 9.<br />
6. Winslow LC, Shapiro H. Physicians want education about complementary and alternative medicine to enhance communication with their patients. Arch Intern Med 2002 ; 162 : 1176 – 81.<br />
7. Berman BM. Complementary medicine and medical education. BMJ 2001 ; 322 : 121 – 2.<br />
8. Integrative medicine institute. Available at : www.integrativemed.org<br />
9. Reilly D. Enhancing human healing. BMJ 2001 ; 322 : 120 – 1.<br />
10. Lerner M. Varieties of integral cancer therapies. In : Carlson RJ, Newman B (editor ) . Issues and trends in health . St Louis; Mosby Co 1987.P.283-99.<br />
11. Moore J, Phipps K, Marcer D. Why do people seek treatment by alternative medicine ?. BMJ 1985 ; 290 : 28 -9.</p>
<p></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size: 8.5pt; color: #000000; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 12pt 0in; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 14pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Arial;">Peningkatan kadar Oksigen dalam darah sangat membantu proses pengobatan alternatif kanker bisa didapatkan dengan menkonsumsi produk ATM Cellfood secara rutin dan bisa dilakukan setiap 1-2 Jam minum 10 tetes Cellfood dgn air R/O atau TDS=0. Perbanyak makana bersifat alkali sayuran brocoli dan wortel. Konsumsi Tomat (tetapi tidak boleh terlalu banyakuntuk penderita asam urat) dan buah pepaya.</span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 12pt 0in; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 14pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: Arial;">Konsumsi ATM Spirulina juga sangat membantu, karena ATM Spirulina memiliki kandungan kadar Betakaroten dan Fikosianin yang Tinggi. Betakroten dan Fikosianin berfungsi untuk membantu menghambat dan membunuh sel-sel kanker.</span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 19.2pt;"><span style="font-family: Calibri;"><em><span style="font-size: 10pt; color: #000000; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"> </span></em><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 19.2pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em><span style="font-size: 16pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Beli SEKARANG JUGA</span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 0in 0in 10pt; line-height: 19.2pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em><span style="font-size: 16pt; color: #000000; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">ATM Spirulina dan ATM Cellfood</span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em><span style="font-size: 16pt; color: #000000; line-height: 115%; font-family: &quot;Bookman Old Style&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">CALL: Suwanto Njoto -<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>0811309039</span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p> </p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-metode-kedokteran-integratif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Kanker dari Alam</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-dari-alam/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-dari-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Pengobatan Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<category><![CDATA[Testimoni Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[MAKANAN TERAPI KANKER]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Terapi alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Terapi Kanker dari Alam 
Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, temu mangga, kunyit, dan mahkota dewa. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000; font-family: Verdana;"><strong>Terapi Kanker dari Alam </strong></span></p>
<div><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;">Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, temu mangga, kunyit, dan mahkota dewa. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan berbahan dasar kimia.</span></span></div>
<p><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;">Terapi yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi, dan kombinasi. Pada umumnya, terapi-terapi tersebut memiliki efek samping yang membuat para penderita merasa tidak nyaman dan malah mengeluhkan mual, rasa terbakar, saraf perasa tak berfungsi untuk sementara, pencernaan terganggu, dan rambut rontok. Penelitian terhadap terapi pengobatan tumor dan kanker juga dilakukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah vaksin untuk mengendalikan sel-sel kanker yang ditemukan oleh pakar kedokteran di Kuba.</p>
<p>Penelitian juga dilakukan pada berbagai tanaman yang diduga memiliki khasiat obat. Di beberapa negara dan daerah, ada beberapa jenis tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker. Contohnya temu putih dan keladi tikus yang banyak digunakan dalam ramuan antikanker oleh para terapis tradisional dan terapis herbal. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno mengemukakan, tanaman berkhasiat obat itu perlu dikembangkan. &#8220;Tanaman obat ini tak mengandung efek samping yang berarti bagi tubuh. Di samping itu, kita memiliki banyak pengalaman dalam menggunakannya secara turun-temurun. Karena itu, perlu peningkatan penelitian terhadap tanaman obat ini,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Antitumor Promoter</strong></p>
<p>Banyak penelitian banyak melaporkan, pemicu tumor dan kanker berasal dari pengaruh dalam maupun luar tubuh. Pengaruh dari dalam tubuh berupa unsur genetika. Sedangkan pengaruh dari luar tubuh adalah lingkungan, seperti makanan, udara, dan faktor tekanan lingkungan.</p>
<p>Karsinogenik atau zat karsinogen merupakan unsur yang dinilai banyak pengaruhnya dalam menciptakan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam tubuh. Unsur yang bersifat racun bagi tubuh ini terdapat pada makanan dan lingkungan (seperti polusi udara).</p>
<p>Untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.</p>
<p>Salah satu antitumor promoter adalah curcumin (rimpang kunyit dan temu-temuan seperti temu putih). Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS, dan Lin JK dari Toxicology College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan antitumor.</p>
<p>Menurut hasil penelitian mereka, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.</p>
<p>Para peneliti itu mengisolasi zat aktif dari ginseng, seperti protopanaxadiol-type saponin (ginsenosides-Rb1, -Rd2, -Re3, ginsenoside-Rg1, dan notoginsenoside R1. Unsur lainnya adalah ocotillol-type saponins seperti majonoside R1 dan majonoside R2. &#8220;Untuk mendapatkan agen kemopreventif kanker (antitumor promoter), kami menapis beberapa ekstrak tanaman dengan menggunakan efek inhibitori dari metode antigen virus Epstein-Barr (EBV-EA). Kandungan terbanyak adalah majonoside R2 yang ternyata paling kuat efeknya,&#8221; begitu laporan tersebut. Kemampuan unsur ini ternyata lebih tinggi dibanding asam glisiretik yang dikenal selama ini sebagai antitumor promoter.</p>
<p><strong>Arsenik</strong></p>
<p>Sementara itu, zat arsenik (As) yang beracun ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kanker darah atau leukemia. Arsenik yang digunakan sebagai pembunuh hama dan sangat mematikan bagi makhluk hidup ini mampu membantu sebanyak 90 persen dari 63 pasien leukemia.</p>
<p>Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Kedokteran di Teheran, Iran. Mereka menggunakan arsenik trioksida untuk mengobati acute promyeloctytic leukaemia. Namun, menurut Dr David Grimwade dari Guy&#8217;s, dari King&#8217;s &amp; St Thomas&#8217;s School of Medicine, Inggris, terapi ini merupakan kemoterapi tradisional yang sudah lama digunakan sebagai terapi kanker. Yang menarik, Ken Campbell dari Leukaemia Research Fund malah heran karena baru kali ini dia mendapati bahwa arsenik trioksida digunakan untuk terapi leukemia.</p>
<p><strong>Antitumor Promoter di Indonesia</strong></p>
<p>Prof Dr dr Sjamsuridjal Djauzi, direktur utama RS Kanker Dharmais (RSKD) mengatakan, penelitian berbagai terapi untuk kanker terus dilakukan. &#8220;Kami terus mencoba melakukan penelitian terhadap berbagai bahan dan metode untuk terapi kanker. Salah satunya seperti yang dilakukan di Kuba yang kami berminat untuk menerapkannya di sini, seperti lewat vaksin.&#8221;</p>
<p>Langkah penelitian lainnya, lanjut Sjamsuridjal, adalah yang dilakukan oleh RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby, Mirna, dan Ade Novi.</p>
<p>Penelitian mereka berupaya menekan tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia ini mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya toksositasnya rendah sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.</p>
<p>Pengujian potensi sitotoksik beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel line. Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma domestica (kunyit), dan Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa Boerl. (mahkota dewa).</p>
<p>Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai potensi kematian sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi 50, 100, 150, dan 200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih (ZF kapsul) mempunyai potensi kematian sel kanker di bawah 50 persen pada dosis yang sama. Sementara itu, daging buah segar mahkota dewa memiliki potensi kematian sel kanker di atas 50 persen pada konsentrasi 100, 150, dan 200 mikrogram/ml.</p>
<p>Kesimpulan dari penelitian tersebut, jenis-jenis tumbuhan alam ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai pengobatan suportif pada kanker.</p>
<p><em>Sumber: Republika Online</em></p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;"><em></em></span></span></p>
<p><em><span style="font-size: x-small; font-family: Verdana;">Saran dari saya:</span></em> </p>
<div><em></em></div>
<p><em><span style="font-size: x-small; font-family: Verdana;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-family: Arial;">Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebaiknya menghindari radiasi, menghindari polusi dan asap rokok, selalu menyantap makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan kimia tambahan, mengurangi konsumsi lemak, serta membiasakan untuk hidup sehat, menyantap makanan sehat, terlindung dari polusi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-family: Arial;">Peningkatan kadar Oksigen dalam darah sangat membantu proses pengobatan alternatif kanker bisa didapatkan dengan menkonsumsi produk ATM Cellfood secara rutin dan bisa dilakukan setiap 1-2 Jam minum 10 tetes Cellfood dgn air R/O atau TDS=0. Perbanyak makana bersifat alkali sayuran brocoli dan wortel. Konsumsi Tomat (tetapi tidak boleh terlalu banyakuntuk penderita asam urat) dan buah pepaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: 'Arial Narrow','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-family: Arial;">Konsumsi ATM Spirulina juga sangat membantu, karena ATM Spirulina memiliki kandungan kadar Betakaroten dan Fikosianin yang Tinggi. Betakroten dan Fikosianin berfungsi untuk membantu menghambat dan membunuh sel-sel kanker.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Calibri;"><span style="font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">Beli SEKARANG JUGA</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">ATM Spirulina dan ATM Cellfood</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">CALL: Suwanto Njoto -<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>0811309039</span></span></span></p>
<p> </p>
<p></span></em></p>
<p><em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/terapi-kanker-dari-alam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala Kanker Otak dan Terapi Kanker</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/gejala-kanker-otak-dan-terapi-kanker/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/gejala-kanker-otak-dan-terapi-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 15:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[dokter kanker]]></category>

		<category><![CDATA[kanker otak]]></category>

		<category><![CDATA[pengobatan alternatif kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[
Otak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Misalnya, saat kita berjalan di tepi jalan yang ramai, maka otak mengatur agar kaki melangkah, mengatur mata untuk melihat pemandangan dan situasi sekitar sekaligus menyimpannya dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Otak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Misalnya, saat kita berjalan di tepi jalan yang ramai, maka otak mengatur agar kaki melangkah, mengatur mata untuk melihat pemandangan dan situasi sekitar sekaligus menyimpannya dalam memori, menyuruh telinga menangkap berbagai suara yang masuk sekaligus menyimpan, menafsirkan, dan meresponsnya. Saat tiba-tiba mendengar suara klakson dari belakang maka secepat kilat otak menyuruh kaki meloncat ke tepi, menyuruh leher menoleh ke belakang, menyuruh mata membelalak, menyuruh otot-otot menegang untuk mengatasi situasi darurat, menyuruh jantung memompa darah lebih kencang, menyuruh hidung tetap bernafas, dan masih banyak lagi yang harus diaturnya, bahkan terkadang masih sempat-sempatnya menyuruh mulut memaki&#8230;.</span></div>
<p><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Semua itu dapat dilaksanakan bersamaan karena diatur oleh bagian otak yang berbeda-beda. Ya, otak memiliki banyak bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda. Secara garis besar otak terbagi atas tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Masing-masing bagian terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih kecil lagi, dan lebih kecil lagi. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedang bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) plus tulang tengkorak.</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Seperti bagian-bagian tubuh lain, otak bisa terkena tumor maupun kanker. Bedanya, jika pada bagian tubuh lain tumor jinak kadang tidak mengganggu dan tidak berbahaya, di otak tumor jinak pun bisa sangat mengganggu dan membahayakan nyawa.</p>
<p>Banyaknya bagian otak yang memiliki fungsi pengaturan tubuh yang berbeda-beda membuat tumor dan kanker otak memiliki gejala yang sangat variatif. Gejala yang muncul sangat tergantung di bagian otak mana tumor tersebut muncul.</p>
<p><a title="Dosen FK Universitas Sumatra Utara" href="http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi11.pdf"><span style="color: #e15000; line-height: 150%; text-decoration: none; mso-bidi-font-size: 11.0pt; text-underline: none;">Dr. Iskandar Japardi</span></a> dokter kanker menjelaskan gejala umum tumor dan kanker otak adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Gejala Serebral Umum</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><br />
Dapat berupa perubahan mental yang ringan (psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus.</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Nyeri Kepala </span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><br />
Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70% kasus. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak.</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Muntah </span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><br />
Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior, umumnya muntah bersifat proyektil dan tak disertai dengan mual.</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Kejang </span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><br />
Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak.<br />
Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila:<br />
- Bangkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun<br />
- Mengalami post iktal paralisis<br />
- Mengalami status epilepsi<br />
- Resisten terhadap obat-obat epilepsi<br />
- Bangkitan disertai dengan gejala tekanan tinggi intrakranial lain.<br />
Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak di korteks, 50% pasien dengan astrositoma, 40% pada pasien meningioma, dan 25% pada glioblastoma.</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Gejala Tekanan Tinggi Intrakranial (TTIK)</span></strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><br />
Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari, muntah proyektil dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. Selain itu dapat dijumpai parese N.VI akibat teregangnya N.VI oleh TTIK. Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma, spendimoma dari ventrikel III, haemangioblastoma serebelum, dan craniopharingioma. </span></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Selain gejala umum di atas ada <a href="http://www.oncologychannel.com/braincancer/index.shtml"><span style="color: #e15000; line-height: 150%; text-decoration: none; mso-bidi-font-size: 11.0pt; text-underline: none;">gejala-gejala spesifik</span></a> berdasarkan lokasi dan fungsi otak yang diserang. Antara lain:</span></div>
<p><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Lobus Frontal</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Perubahan perilaku dan kepribadian<br />
- Penurunan kemampuan menilai sesuatu<br />
- Penurunan daya penciuman<br />
- Penurunan daya ingat<br />
- Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh<br />
- Penurunan fungsi mental/kognitif<br />
- Penurunan penglihatan dan radang syaraf mata</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Lobus Parietal</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Penurunan kemampuan bicara<br />
- Tidak bisa menulis<br />
- Tidak mampu mengenali seseorang<br />
- Kejang-kejang<br />
- Disorientasi ruang</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Lobus Oksipital</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua belah mata<br />
- Kejang-kejang</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Lobus Temporal</span></strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Penurunan kemampuan bicara<br />
- Kejang-kejang<br />
- Kadang tanpa gejala sama sekali</span></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Fosa Posterior</span></strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Gangguan berjalan<br />
- Nyeri kepala<br />
- Muntah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Cerebello Pontin Angie</span></strong></p>
<div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Gangguan pendengaran</span></div>
<p><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Batang Otak</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Perubahan perilaku dan emosional (lebih sensitif, mudah tersinggung)<br />
- Sulit bicara dan menelan<br />
- Mengantuk<br />
- Sakit kepala, terutama pada pagi hari<br />
- Kehilangan pendengaran<br />
- Kelemahan syaraf pada salah satu sisi wajah<br />
- Kelemahan syaraf pada salah satu sisi tubuh<br />
- Gerakan tak terkontrol<br />
- Kehilangan penglihatan, kelopak mata menutup, juling, dll.<br />
- Muntah</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Selaput Otak</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Sakit kepala<br />
- Kehilangan pendengaran<br />
- Gangguan bicara<br />
- Inkontinensi (tidak mampu mengontrol buang air kecil/besar)<br />
- Gangguan mental dan emosional (apatis, anarkis, dll)<br />
- Mengantuk berkepanjangan<br />
- Kejang-kejang<br />
- Kehilangan penglihatan</span></div>
<p></span><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Kelenjar Pituitary</span></strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Berhenti menstruasi (amenorrhea)<br />
- Memproduksi air susu<br />
- Impotensi </span></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Hipotalamus</span></strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">:<br />
- Gangguan perkembangan seksual pada anak-anak<br />
- Kerdil<br />
- Berhenti menstruasi (amenorrhea)<br />
- Gangguan cairan dan elektrolit </span></p>
<p><strong><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;">Tumor pada Ventrikel</span></strong></p>
<div><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">:<br />
- Hidrosefalus<br />
- Leher kaku<br />
- Kepala miring<br />
- Nyeri kepala mendadak<br />
- Penglihatan kabur<br />
- Penurunan kesadaran</span></div>
<p><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Walaupun mengalami salah satu atau beberapa gejala seperti di atas saja, belum tentu seseorang mengidap tumor atau kanker otak. Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis (bedah) syaraf dan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap, serta biopsi.</p>
<p></span></p>
<p> </p>
<div></div>
<p><span style="font-size: 9pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalahsebaiknya menghindari radiasi, menghindari polusi dan asap rokok, selalu menyantap makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan kimia tambahan, mengurangi konsumsi lemak, serta membiasakan untuk hidup sehat, menyantap makanan sehat, terlindung dari polusi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Peningkatan kadar Oksigen dalam darah sangat membantu proses pengobatan alternatif kanker bisa didapatkan dengan menkonsumsi produk ATM Cellfood secara rutin dan bisa dilakukan setiap 1-2 Jam minum 10 tetes Cellfood dgn air R/O atau TDS=0. Perbanyak makana bersifat alkali sayuran brocoli dan wortel. Konsumsi Tomat (tetapi tidak boleh terlalu banyakuntuk penderita asam urat) dan buah pepaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Konsumsi ATM Spirulina juga sangat membantu, karena ATM Spirulina memiliki kandungan kadar Betakaroten dan Fikosianin yang Tinggi. Betakroten dan Fikosianin berfungsi untuk membantu menghambat dan membunuh sel-sel kanker.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">Beli SEKARANG JUGA</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">ATM Spirulina dan ATM Cellfood</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">CALL: Suwanto Njoto -<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>0811309039</span></span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/gejala-kanker-otak-dan-terapi-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala Kanker pada anak-anak</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/gejala-kanker-pada-anak-anak/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/gejala-kanker-pada-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 15:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[gejala kanker anak anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[
Tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Internasional, untuk mengingatkan kita semua akan semakin meningkatnya kasus-kasus kanker anak. Diperkirakan 2-4% dari keseluruhan kanker menyerang anak-anak. Meskipun angka ini tampak kecil, tetapi kanker menyumbangkan 10% kematian pada anak-anak. Dan menurut data tahun 2007, di Indonesia setiap tahunnya ditemukan sekitar 4.100 pasien kanker anak yang baru.
Belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Internasional, untuk mengingatkan kita semua akan semakin meningkatnya kasus-kasus kanker anak. Diperkirakan 2-4% dari keseluruhan kanker menyerang anak-anak. Meskipun angka ini tampak kecil, tetapi kanker menyumbangkan 10% kematian pada anak-anak. Dan menurut data tahun 2007, di Indonesia setiap tahunnya ditemukan sekitar 4.100 pasien kanker anak yang baru.</span></div>
<div><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Belum diketahui pasti apa penyebab kanker pada anak-anak. Kanker yang menyerang bayi sejak dilahirkan, diduga penyebabnya adalah penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat genetika dalam kandungan. Pada anak-anak yang lebih besar, diduga pemicunya adalah faktor lingkungan dan makanan anak-anak yang tidak sehat. Bisa juga karena radiasi atau infeksi virus. Atau perpaduan antara faktor genetika, lingkungan, radiasi, dan infeksi.</span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Kanker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak adalah kanker darah atau leukemia (25-30%), disusul oleh retinoblastoma (kanker retina mata), limfoma (kanker kelenjar getah bening), neuroblastoma (kanker saraf), kanker ginjal (tumor Wilms), rabdomiosarkoma (kanker otot lurik), dan osteosarkoma (kanker tulang).</p>
<p> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Seperti halnya pada orang dewasa, kanker pada anak kemungkinan besar dapat disembuhkan jika ditemukan dalam stadium dini. Tetapi melakukan deteksi dini kanker anak tidaklah mudah, karena anak-anak belum dapat memahami dan menceritakan gejala yang dirasakannya. Karena itu peran orang-orang di sekitarnya sangat penting dalam mendeteksi adanya gejala-gejala kanker.</span></div>
<div><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Menurut beberapa sumber, gejala kanker anak antara lain:</span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </p>
<p></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 115%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">a. Kanker Darah (Leukemia)</span></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;">Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukemia antara lain wajah pucat, lesu, lemah, demam yang tidak jelas sebabnya dan tidak sembuh oleh antibiotik, perdarahan yang tidak jelas sebabnya, permukaan kulit tampak lebam biru kehitaman padahal tidak terbentur, nyeri anggota gerak (tulang), perut bengkak/keras, pembesaran kelenjar getah bening.</span></div>
<div><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;"><strong>b. Kanker Otak</strong><br />
Gejala yang harus diwaspadai adalah sakit kepala yang makin lama makin berat, disertai mual sampai muntah yang menyemprot akibat tekanan dari dalam kepala yang meningkat. Dapat pula disertai gangguan bicara, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, kejang, penurunan kesadaran, bahkan bisa terjadi perubahan perilaku. Ciri khusus pada bayi adalah ubun-ubunnya tampak menonjol.</span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #646464; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial Narrow&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-language: IN;"><strong>c. Kanker Retina Mata (Retinoblastoma)</strong><br />
Kanker ini paling banyak menyerang bayi berusia 6 bulan-2 tahun. Gejala yang perlu diwaspadai adalah adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah bersinar bila kena cahaya (seperti mata kucing). Gejala lain adalah penglihatan terganggu, juling mendadak, dan pada stadium lanjut bola mata menonjol keluar.</p>
<p><strong>d. Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma Maligna)</strong><br />
Kanker ini kebanyakan menyerang anak-anak usia 5-7 tahun. Gejala yang harus diwaspadai adalah bila terjadi pembengkakan progresif kelenjar-kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan usus, tanpa disertai radang dan rasa nyeri. Bila timbul di kelenjar getah bening dalam usus, dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tidak bisa buang air besar, dan demam. Bila tumbuh di daerah dada, dapat mendorong atau menekan saluran napas, sehingga penderita mengalami sesak napas dan muka membiru. Selain itu anak tampak lemah, lesu, dan nafsu makan menurun.</p>
<p><strong>e. Kanker Saraf (Neuroblastoma)</strong><br />
Kanker saraf simpatis ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Pada anak paling sering terjadi di dekat ginjal, di daerah pinggang, di daerah leher atau rongga dada, dan mata. Bila terdapat di daerah mata, dapat membuat bola mata menonjol, kelopak mata bengkak dan biru,  atau kelopak mata turun, dan pupil melebar. Bila terdapat di tulang belakang, dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri, sehingga penderita mendadak pincang. Gejala lain adalah muncul benjolan-benjolan di kepala, atau perut membesar dan keras.</p>
<p><strong>f. Kanker Ginjal (Nefroblastoma)</strong><br />
Nefroblastoma yang sering disebut <em>Tumor Wilms </em>ini paling banyak menyerang anak usia 3-4 tahun, tapi dapat pula menyerang bayi yang baru lahir. Gejalanya ditandai dengan kencing berdarah, rasa tidak enak di perut, dan bila sudah cukup besar perut tampak membesar dan teraba keras.</p>
<p><strong>g. Kanker otot (Rabdomiosarkoma)</strong><br />
Kanker ini dapat menyerang otot di mana saja, pada anak biasanya di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Gejala yang ditimbulkan tergantung letaknya. Pada rongga mata, dapat menyebabkan mata menonjol keluar, benjolan di mata. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di saluran kemih menyebabkan gangguan berkemih. Jika mengenai otot lurik anggota gerak, menimbulkan pembengkakan.</p>
<p><strong>h. Kanker Tulang (Osteosarkoma)</strong><br />
Osteosarkoma biasanya menyerang anak usia 10-20 tahun. Dapat menyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai, lengan, dan pinggul. Biasanya ditandai rasa nyeri dan pembengkakan pada tulang. Kadang-kadang didahului benturan keras, seperti jatuh yang tidak jelas penyebabnya.</p>
<p>Jika anda menemukan gejala-gejala seperti tersebut di atas pada bayi dan anak-anak anda, segera konsultasikan pada dokter. Pengobatannya pada dasarnya sama dengan orang dewasa, yaitu kombinasi antara operasi, kemoterapi, radiasi, dan transplantasi sumsum tulang.</p>
<p>Sedang upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah, ibu-ibu hamil sebaiknya menghindari radiasi, menghindari polusi dan asap rokok, selalu menyantap makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan kimia tambahan, mengurangi konsumsi lemak, serta membiasakan anak-anak untuk hidup sehat, menyantap makanan sehat, terlindung dari polusi.</p>
<p> </p>
<p></span> </p>
<p>Saya sarankan untuk ibu hamil, konsumsi produk ATM:</p>
<p>1. Spirulina 5 tablet 3 x sehari setelah makan</p>
<p>2. Cellfood 5 tetes 3 x sehari setelah makan</p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">Beli SEKARANG JUGA</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">ATM Spirulina dan ATM Cellfood</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;">CALL: Suwanto Njoto -<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>0811309039 atau (031) 70400088</span></span></span></p>
<p><br style="mso-special-character: line-break;" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/gejala-kanker-pada-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MAKANAN TERAPI KANKER</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/makanan-terapi-kanker/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/makanan-terapi-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 05:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[kanker kista]]></category>

		<category><![CDATA[kanker leher rahim]]></category>

		<category><![CDATA[kanker myoma]]></category>

		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>

		<category><![CDATA[kanker pita suara]]></category>

		<category><![CDATA[kanker usus]]></category>

		<category><![CDATA[MAKANAN TERAPI KANKER]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Jangan remehkan para petani. Karena dari merekalah kita mendapatkan obat murah. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di American Association for Cancer Research’s Sixth Annual International Conference on Frontiers di Cancer Prevention, Philadelphia Amerika Serikat menyebutkan, bahwa buah beri hitam dan brokoli serta beberapa sayuran segar dapat mengurangi risiko kanker esophagus dan saluran empedu.
Sayur dan buah telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Jangan remehkan para petani. Karena dari merekalah kita mendapatkan obat murah. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di American Association for Cancer Research’s Sixth Annual International Conference on Frontiers di Cancer Prevention, Philadelphia Amerika Serikat menyebutkan, bahwa buah beri hitam dan brokoli serta beberapa sayuran segar dapat mengurangi risiko kanker esophagus dan saluran empedu.<br />
Sayur dan buah telah lama diketahui mampu mengurangi risiko munculnya kanker tertentu. Berdasar riset sebelumnya, American Cancer Society merekomendasikan agar kita mengonsumsi lima jenis buah dan sayur setiap hari.<br />
Dalam penelitian awal, para peneliti dari Ohio State University menemukan bahwa beri hitam melindungi kita dari kanker esophagus dengan cara mengurangi proses stress oksidatif yang dihasilkan oleh Barret esophagus, sebuah kondisi pra kanker yang biasa disebut penyakit gastroesopagus refluks. Esophagus merupakan terowongan panjang yang menghubungkan kerongkongan dengan perut. Penyakit refluks menyebabkan asam perut secara terus menerus melonjak ke atas ke arah kerongkongan.<br />
“Khusus pada pasien penderita Barret, refluks pada perut dan asam empedu menyumbang terjadinya kerusakan oksidatif. Jadi, hipotesis kami adalah bahwa makanan yang mengandung bahan-bahan pelindung seperti antioksidan, vitamin, mineral dan fitokimia lain mungkin akan merestorasi keseimbangan oksidatif,” ungkap Laura Kresty, peneliti utama.<br />
Orang dengan penyakit Esophagus Barret biasanya 30 sampai 40 kali biasanya bakal berisiko menderita kanker esophagus dengan angka harapan hidup sampai lima tahun hanya 15 persen.<br />
Tim peneliti ini memberi 32 sampai 45 gram beri hitam setiap hari selama enam bulan kepada 20 pasien penderita esophagus Barret. Mereka menganalisa perubahan dalam darah, urin, dan jaringan sebelum, selama, dan setelah perawatan dan menemukan kadar kadar yang lebih rendah penanda kimiawi adanya stress oksidatif baik pada contoh urin maupun contoh jaringan.<br />
Pada penelitian sebelumnya, beri hitam memang mampu menurunkan risiko munculnya kanker mulut, esophagus, dan kolon. Ahli diet, Wendy Demark-Wahnefried, professor ilmu perilaku pada M.D Anderson Cancer Center do Universitas Texas, Huoston, mengatakan bahwa dia merasa lebih cocok menasihati penderita Barret untuk mengonsumsi beri hitam. “Ini tidak akan menyakitkan,” ungkap Wendy.<br />
Sementara itu, penelitian yang dilakukan di Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, New York, Amerika Serikat menemukan bahwa brokoli dan beberapa sayuran segar dapat digunakan untuk melawan kanker kandung kemih.Dengan menggunakan tikus, tim yang diketuai Dr. Yuesheng Zhang, professor ahli kanker ini mendemonstrasikan bahwa ekstrak brokoli dapat mengngari munculnya kanker kandung kemih sampai 70 persen.<br />
“Penelitian kami yang terkini menunjukkan bahwa ekstrak brokoli dapat menghambat berkembangnya kanker kandung kemih. Kami belum tahu, apakah ekstrak yang sama dapat menghambat kanker kandung kemih bila sudah tumbuh,” ujar Zhang yang juga mengungkapkan bahwa kandungan sulforaphane pada brokoli inilah yang mampu mencegah kanker. “Selanjutnya kami berencana meneliti ekstrak brokoli untuk melawan kanker pada manusia,” jelas Zhang.<br />
Tim kedua pada institute yang sama menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi tiga porsi atau lebih sayuran mentah segar setiap bulan mengurangi risiko terkena kanker kandung kemih sebanyak 40 persen. Sayuran segar ini antara lain brokoli, kobis, dan bunga kol.<br />
Tim ini menganalisa kebiasaan diet pada 275 orang yang menderita kanker kandung kemih tahap awal dan 825 orang yang sehat. Para peneliti ini secara khusus menanyai seberapa banyak orang-orang ini mengonsumsi sayuran matang dan mentah yang mereka konsumsi sebelum terdiagnosis penyakit dan apakah mereka merokok.<br />
Analisa ini menunjukkan bahwa makin mentah dan segar sayuran yang dikonsumsi, makin rendah risiko orang-orang ini menderita kanker kandung kemih. Sebagai perbandingan pada perokok dan mereka yang hanya mengonsumsi sayuran mentah kurang tiga porsi setiap hari, mereka yang bukan perokok dan mengonsumsi tiga porsi sayur mentah setiap hari, 73 persen lebih rendah risikonya menderita kanker kandung kemih.<br />
“Dalam penelitian kami, ditemukan konsumsi sayuran segar dan mentah menurunkan risiko kanker kandung kemih pada perokok ringan dan berat,” ujar Li tang, ketua peneliti. Para peneliti ini menegaskan bahwa manfaat ini datang dari sayuran mentah dan segar.<br />
“Ini juga menegaskan bahwa ada banyak ragam komponen dalam sayur dan buah yang bermanfaat menurunkan risiko kanker. Riset seperti ini membantu membantu kita memahami pengaruh nutrisi spesifik untuk tipe kanker tertentu,” jelas Colleen Doyle, Direktur Gisi dan Aktivitas Fisik pada American Cancer Society.<br />
“Masaklah sayur secepat mungkin atau kalau mungkin konsumsilah sayuran segar setiap hari sekurangnya lima porsi, lima jenis warna. Makanan-makanan ini banyak mengandung antioksidan dan fitokimia. Kanker pasti enggan mampir di tubuh Anda,” jelas Doyle.<br />
Source: AFP</div>
<p>Selalu konsumsi sayuran segar semasa terapi kanker &#8230; baik kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kista, kanker myoma, kanker kista, kanker pita suara, kanker usus dll&#8230;</p>
<p>dan visit this site: <a href="http://www.atmcellfood2u.com/">http://www.atmcellfood2u.com/</a> cellfood cairan berenergi tinggi untuk terapi kanker baik kanker payudara, kanker kista, kanker leher rahim, kanker myoma, kanker usus, kanker pita suara dll&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/makanan-terapi-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yoga untuk Relaksasi Penderita Kanker Payudara</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/yoga-untuk-relaksasi-penderita-kanker-payudara/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/yoga-untuk-relaksasi-penderita-kanker-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 04:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Atm cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[atmcellfood]]></category>

		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>

		<category><![CDATA[Yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[ Dengan melakukan senam yoga, rasa lelah maupun pikiran penat dapat disingkirkan. Rasa relaks pun didapat. Karena itu, bagi orang yang memiliki mobilitas tinggi, yoga dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan relaksasi. Ternyata, senam yoga juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi untuk meringankan penderita kanker payudara.
Umumnya wanita yang mengidap kanker payudara harus berjuang melawan rasa takut, depresi, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin-right: 8px;" src="http://www.andriewongso.com/photopenulis/93919.JPG" border="0" alt="" align="left" /> Dengan melakukan senam yoga, rasa lelah maupun pikiran penat dapat disingkirkan. Rasa relaks pun didapat. Karena itu, bagi orang yang memiliki mobilitas tinggi, yoga dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan relaksasi. Ternyata, senam yoga juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi untuk meringankan penderita kanker payudara.<br />
Umumnya wanita yang mengidap kanker payudara harus berjuang melawan rasa takut, depresi, dan rasa sakit. Ternyata senam yoga dapat menjadi salah satu alternatif bagi para wanita pengidap kangker payudara untuk meringankan derita tersebut. Baru-baru ini sebuah penelitian mengenai pengaruh senam yoga pada penderita kanker payudara dilakukan oleh Universitas Texas, Amerika Serikat.</p>
<p>Mereka mencermati 61 pasien kanker payudara yang selama enam minggu harus menjalani radiasi. Ternyata 30 pasien di antara mereka, selain menjalani radiasi juga aktif mengikuti kelas yoga dua kali seminggu. Setelah enam minggu berlalu, pasien diberi pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan mereka yang menyangkut kegiatan fisik dan ketenangan jiwa. Hasilnya, penderita yang mengikuti kelas yoga jauh lebih sehat dan kuat.</p>
<p>Selain untuk merelaksasikan pikiran ternyata senam yoga merupakan salah satu alternatif untuk meringankan penderitaan para wanita yang mengidap kanker payudara. </p>
<p>Bagaimana pendapat Anda ?</p>
<p> </p>
<p>Silakan coba atm cellfood untuk terapi kanker payudara anda&#8230;</p>
<p>Call Now: Suwanto Njoto, 08113039 atau (031)70400088</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/yoga-untuk-relaksasi-penderita-kanker-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Kanker Payudara</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/misteri-kanker-payudara/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/misteri-kanker-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[Atm cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[atmcellfood]]></category>

		<category><![CDATA[breast cancer]]></category>

		<category><![CDATA[Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker payudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Kanker payudara menduduki posisi kedua terbanyak sebagai penyebab kanker di Indonesia. Menurut WHO, sebanyak 8 – 9 % wanita akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Setiap tahun lebih dari 580.000 kasus baru ditemukan di berbagai negara berkembang dan kurang lebih 372.000 pasien meninggal karena penyakit ini. Sayangnya sampai saat ini penyebab kanker payudara masih belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Kanker payudara menduduki posisi kedua terbanyak sebagai penyebab kanker di Indonesia. Menurut WHO, sebanyak 8 – 9 % wanita akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Setiap tahun lebih dari 580.000 kasus baru ditemukan di berbagai negara berkembang dan kurang lebih 372.000 pasien meninggal karena penyakit ini. Sayangnya sampai saat ini penyebab kanker payudara masih belum diketahui. Demikan juga solusi yang terbaik untuk terapi kanker tumor payudara belum ada yang menjawab 100% BERHASIL!</span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Solusi yang terbaik adalah mencoba terapi kanker payudara yang terbaik dengan tingkat reiko yang rendah!</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><strong>Siapa Saja yang Rentan Resiko?</strong></span></span></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko kanker payudara, antara lain usia, riwayat kesehatan, faktor keturunan, faktor hormonal seperti menstruasi pertama terlalu cepat dan menopause dini. Selain itu upaya menunda kehamilan atau kehamilan pertama terjadi di atas usia 30 tahun juga bisa meningkatkan resiko. Gaya hidup yang tidak sehat, misalnya sering mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat, atau kurang berolahraga, juga dapat memperbesar resiko terserang kanker payudara.<span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Data WHO menunjukkan bahwa 78% kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas. Hanya 6%-nya terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. Meski demikian, kian hari makin banyak penderita kanker payudara yang berusia 30-an. Oleh karena itu jika Anda termasuk golongan yang beresiko tinggi, meski baru berusia 30-an, tak ada salahnya untuk lebih bersikap waspada terhadap perubahan yang terjadi pada payudara Anda.</span></span></span></span></span></span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"> </span></span></div>
<p></span></span></span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </span></div>
<p></span></span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><strong>Apa Saja Gejala-gejala Kanker Payudara?</strong></span></span></span></span></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Indonesia sudah cukup lama mengkampanyekan SADARI (periksa payudara sendiri). SADARI adalah tindakan deteksi dini terhadap adanya gejala-gejala kanker payudara. Metode ini sangat sederhana, namun diharapkan dapat menekan tingginya angka penderita kanker payudara, karena semakin awal terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang diperlukan.<span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Dengan SADARI, Anda harus meraba ada/tidaknya benjolan, baik yang sakit maupun yang tidak. Benjolan dapat menandakan adanya tumor. Walau tidak semua benjolan di payudara berbahaya, namun jika Anda temukan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu perhatikan kulit payudara, apakah pembuluh vena-nya semakin terlihat? Apakah kulit di sekitar puting menjadi berkerut? Kemudian cermati puting payudara bila ada cairan lengket atau darah yang keluar. Terakhir, perhatikan ukuran dan posisi payudara. Bila ukurannya mengecil atau posisi yang satu lebih rendah daripada yang lain, sebaiknya jangan dianggap remeh.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"> </span></span></span></span></div>
<p></span></span></span></span></span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </span></span></span></div>
<p></span></span></span></span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"> </span></span></div>
<p></span></span></span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </span></div>
<p></span></span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><strong>Tidak Semua Berupa Benjolan, Lho!</strong></span></span></span></span></span></span></p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"></span></span></span></span></span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 12pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Hati-hati, ternyata ada sejumlah kecil kanker payudara muncul tanpa adanya benjolan sama sekali, dan gejala ini bisa mengecohkan kita semua, bahkan para dokter. Jenis kanker payudara yang dikenal dengan Inflammatory Breast Cancer (IBC) ini cukup jarang dan jenis yang sangat agresif. Jika tidak segera terdiagnosa maka bisa menyebabkan kematian. Kenali gejala-gejalanya seperti : </span></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width: 97%; mso-cellspacing: 0cm; mso-yfti-tbllook: 1184; mso-padding-alt: 1.5pt 1.5pt 1.5pt 1.5pt;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="97%">
<tbody>
<tr style="mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-firstrow: yes;">
<td style="width: 5%; background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;" width="5%">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">1.</span></p>
</td>
<td style="width: 95%; background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;" width="95%">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Pertumbuhan ukuran payudara yang cepat dan tidak normal</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 1;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">2.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Timbul kemerahan, ruam atau bisul pada payudara</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 2;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">3.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Rasa gatal berkepanjangan pada payudara atau puting</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 3;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">4.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Adanya penebalan pada jaringan payudara</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 4;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">5.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Timbul rasa sakit yang menusuk-nusuk dan/atau nyeri pada payudara</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 5;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">6.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Timbul rasa panas (seperti demam) pada payudara</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 6;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">7.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Adanya pembengkakan nodus limfe di ketiak atau di bawah tulang selangka</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 7;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">8.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Adanya lesung pada payudara</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 8; mso-yfti-lastrow: yes;">
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">9.</span></p>
</td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Puting payudara menjadi rata atau melesak ke dalam</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Inflammatory Breast Cancer ini sering disalahartikan sebagai infeksi. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, mintalah rujukan untuk melakukan mammogram. Jika ada perubahan warna pada payudara, minta pula rujukan untuk biopsy. Jika gejala-gejala tetap ada tanpa adanya diagnosa penyebabnya, minta pendapat kedua atau ketiga sampai ada dokter yang dapat menentukan penyebab gejala-gejala tersebut.</span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </p>
<p>MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI !!!</p>
<p>Terapi Kanker Payudara menggunakan Cellfood, lihat testimoni Rance&#8230;, kanker payudara Rance lenyap&#8230;</p>
<p>Minum ATM CELLFOOD sekarang juga!</p>
<div><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </span></span></span></span></span></span></span></div>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 17.5pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Call Now: Suwanto Njoto 0811309039 or (62-31) 70 4000 88 </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;"> </span></p>
<p></span></span></span></span></span></span></span></span> </p>
<p></span></span></span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/misteri-kanker-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mendeteksi Kanker Tumor Payudara lebih dini</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/cara-mendeteksi-kanker-tumor-payudara-lebih-dini/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/cara-mendeteksi-kanker-tumor-payudara-lebih-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 13:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Atm cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[atmcellfood]]></category>

		<category><![CDATA[Cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[kanker tumor]]></category>

		<category><![CDATA[obat kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<category><![CDATA[tumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Kanker tumor payudara merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang diderita oleh wanita Indonesia. Jenis ini merupakan penyakit yang paling ditakuti para wanita.
Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang meningkat setiap tahun. Pemeriksaan sendiri secara rutin dan mendeteksi secara dini adalah tindakan yang sangat bijak&#8230;

 
Kanker payudara berasal dari kelenjar, saluran dan jaringan penunjang payudara, namun tidak termasuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Kanker tumor payudara <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang diderita oleh wanita Indonesia. Jenis ini merupakan penyakit yang paling ditakuti para wanita.</span><font style="font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;" face="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang meningkat setiap tahun. Pemeriksaan sendiri secara rutin dan mendeteksi secara dini adalah tindakan yang sangat bijak&#8230;</p>
<p></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Kanker payudara berasal dari kelenjar, saluran dan jaringan penunjang payudara, namun tidak termasuk kulit payudara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Meski belum dapat diketahui dengan pasti penyebab utama kanker payudara, perlu kiranya diketahui faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara, yaitu :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 tahun. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Menopause (stop haid) setelah umur 50 tahun. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Tidak pernah melahirkan anak. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Melahirkan anak pertama pada umur 35 tahun. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Tidak pernah menyusui anak. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Pernah mengalami operasi payudara disebabkan karena adanya tumor jinak. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Yang terakhir adalah faktor keturunan. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Pemeriksaan dini kanker ini dapat anda lakukan sendiri di rumah. Beberapa metode (berdiri menghadap cermin dan berbaring) dapat anda pilih sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">A. Berdiri menghadap cermin, lakukan langkah berikut :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Perhatikan dengan teliti payudara anda di muka cermin, tanpa busana dengan kedua tangan lurus ke bawah atau angkat lurus ke atas. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Perhatikan bentuk payudara anda, perhatikan jika ada perubahan bentuk atau terdapat benjolan. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Amati dengan seksama, sebab anda sendiri yang mengenali tubuh anda. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Berbaring, ikuti langkah di bawah ini : </span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;"> </span>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Berbaringlah dengan tangan kanan di bawah kepala. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Letakkan bantal kecil di bawah punggung kanan. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Rabalah seluruh permukaan payudara anda satu persatu dengan gerakan memutar searah jarum jam. Perhatikan bila ada benjolan yang mencurigakan. </span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">Bila pada pemeriksaan di atas terdapat kejanggalan pada payudara anda, maka segera periksakan diri anda ke dokter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">INGAT !<br />
- Kanker yang ditemukan pada stadium dini (dengan ukuran tumor kurang dari 1 cm) dapat ditangani dengan cepat dan tepat, bahkan mempermudah pengobatan dan memberikan harapan kesembuhan yang lebih besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt; line-height: normal; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN;">- Jangan menunda saran dokter (kalau memang harus menjalani operasi), karena itu akan memberikan kesempatan bagi kanker untuk tumbuh menjadi stadium lanjut dan makin sulit untuk disembuhkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: IN; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA;">Sumber : Yayasan Kanker Indonesia </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Catatan: lihat artikel lain &#8230; (ada gambar videonya)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/cara-mendeteksi-kanker-tumor-payudara-lebih-dini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemeriksaan secara dini kanker tumor payudara</title>
		<link>http://atmcellfood2u.com/pemeriksaan-secara-dini-kanker-tumor-payudara/</link>
		<comments>http://atmcellfood2u.com/pemeriksaan-secara-dini-kanker-tumor-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 04:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atm-suwanto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[Atm cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[atmcellfood]]></category>

		<category><![CDATA[Cellfood]]></category>

		<category><![CDATA[Kanker]]></category>

		<category><![CDATA[kanker tumor]]></category>

		<category><![CDATA[obat kanker]]></category>

		<category><![CDATA[terapi kanker]]></category>

		<category><![CDATA[tumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atmcellfood2u.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Sangatlah penting memeriksa payudara anda secara rutin dan berkala&#8230;
Mungkin anda tidak tahu caranya&#8230;
Sekarang waktunya anda untuk mengetahui pemeriksaan secara dini untuk mendeteksi kanker tumor payudara sebelum terlambat&#8230;

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sangatlah penting memeriksa payudara anda secara rutin dan berkala&#8230;</p>
<p>Mungkin anda tidak tahu caranya&#8230;</p>
<p>Sekarang waktunya anda untuk mengetahui pemeriksaan secara dini untuk mendeteksi kanker tumor payudara sebelum terlambat&#8230;</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/6HbzLMUsi5I&amp;hl=en&amp;fs=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/6HbzLMUsi5I&amp;hl=en&amp;fs=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atmcellfood2u.com/pemeriksaan-secara-dini-kanker-tumor-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
